{"id":1415,"date":"2020-12-08T20:23:28","date_gmt":"2020-12-08T13:23:28","guid":{"rendered":"http:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/?p=1415"},"modified":"2022-05-09T08:51:21","modified_gmt":"2022-05-09T01:51:21","slug":"pembelajaran-daring-inovatif-ppdi-bagi-guru-sd-kota-surakarta-untuk-menciptakan-pembelajaran-aktif-inovatif-kreatif-efektif-menyenangkan-gembira-dan-berbobot-paikem-gembrot-dalam-kondisi-luar-bia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/2020\/12\/08\/1415\/","title":{"rendered":"Pembelajaran Daring Inovatif (PPDI) bagi Guru SD Kota Surakarta untuk Menciptakan Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif Menyenangkan Gembira dan Berbobot (Paikem Gembrot) dalam Kondisi Luar Biasa Kota Surakarta"},"content":{"rendered":"<p>Oleh<br \/>\nIdam Ragil WA, Roy Ardiansyah, Dwi Yuniasih Saputri<br \/>\n<a href=\"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/home\/prodi\/pgsd\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2021-03-31-at-15.32.31.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/home\/prodi\/pgsd\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2021-03-31-at-15.32.31-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1422\" srcset=\"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2021-03-31-at-15.32.31-300x225.jpeg 300w, https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2021-03-31-at-15.32.31-768x576.jpeg 768w, https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2021-03-31-at-15.32.31.jpeg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Di Tengah Pandemi COVID 19 yang terjadi di berbagai belahan Dunia yang berdampak pada setiap komponen penyangga kehidupan termasuk Pendidikan.  Dibutuhkan peran dari setiap komponen yang ada di dunia pendidikan sehingga walapun  di tengah Pandemi COVID 19 pendidikan tetap tidak kehilangan esesnsinya, salah satu komponen utamanya adalah Guru. Guru adalah ujung tombak pelaksanaan pendidikan, hal ini dikarenakan guru adalah komponen dalam pelaksanaan pendidikan yang paling sering berinteraksi dengan siswa. Guru memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan pembelajaran, bukan hanya ketika menyampaikan materi tetapi juga dalam hal pembentukan pribadi siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru harus bisa menggunakan strategi yang tepat dalam pembelajaran termasuk dalam hal penyusunan RPP dan komponen-komponen yang terkait. Terdapat 4 Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru yakni kompetensi Pedagogik, profesional, sosial, dan personal.<br \/>\nKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya menyangkut dengan teori pembelajaran telah banyak mendorong mengilhami terhadap inovasi di bidang model- model pembelajaran. Pergeseran istilah \u201cmengajar, belajar, proses belajar mengajar\u201d kepada \u201cpembelajaran\u201d semestinya tidak hanya dilihat dari sekedar perubahan, akan tetapi mendalam dan harus difahami landasan filosofi dan pergeseran paradigma  yang terkandung di dalamnya. Terlebih ketika dunia sedang menghadapi Pandemi COVID 19 yang mematikan semua aktivitas publik sehingga harus dikemas dengan cara yang berbeda yang salah satunya dengan mengoptimalkan pembelajaran Daring.<br \/>\nPembelajaran merupakan sebuah istilah yang kadang-kadang mengundang kontraversi baik di kalangan para ahli maupun di lapangan, terutama diantara guru-guru di sekolah. Sebagian pendapat mengatakan bahwa istilah pembelajaran sesungguhnya hanya berlaku  di kalangan pendidikan masyarakat bukan di lingkungan sekolah, dilain pihak justru istilah tersebut sangat relevan dalam sistem persekolahan, yakni untuk membelajarkan siswa. Pendapat lain bahwa pembelajaran merupakan padanan dari nstruction, yang  artinya lebih luas dari pengajaran. Pembelajaran tidak hanya berlaku dalam pendidikan melainkan dalam pelatihan atau upaya pembelajaran diri. Namun, dalam situasi Pandemi COVID 19 seperti sekarang ini pelaksanaan yang paling tepat adalah dengan  melaksanakan Pembelajaran Daring Inovatif yakni tetap mengedepankan esensi dari pelaksanaan pembelajaran tetapi juga efektif serta tidak memberikan atau membebani psikologi peserta didik.<br \/>\nMemasuki abad ke -21 pendidikan harus mampu mengarahkan peserta didik  agar dapat hidup dalam situasi baru yang  muncul  dalam diri  dan lingkungannya. Salah satunya adalah munculnya Pandemi COVID 19. Dengan kondisi seperti itu diperlukan kemampuan belajar bagaimana belajar (learning  how  to learn), kemampuan tersebut  dapat dicapai dengan empat pilar pendidikan yang diajukan UNESCO dan digambarkan sebagai dasar-dasar dari pendidikan. Pilar tersebut yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Dengan memperhatikan empat pilar pendidikan tersebut, dikembangkan kompetensi-kompetensi yang berguna bagi kehidupan peserta didik dimasa depan, yaitu kompetensi keagamaan, ekonomi, sosial, dan pengembangan diri.<br \/>\nDengan demikian pada haikatnya pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah laku peserta didik. Pribadi adalah suatu sistem yang bersifat unik, terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya pribadi tidak lain daripada tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : (1) Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia, (2) Pola organisasi kepribadian berbeda untuk setiap orang dan bersifat unik, (3) Bersifat dinamis, terus berubah melalui cara-cara tertentu.<br \/>\nPeserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang. Tiap individu mampu berkembang menurut pola dan caranya sendiri. Mereka dapat melakukan berbagai aktivitas dan mengadakan interaksi dengan lingkungannya. Aktivitas belajar sesungguhnya bersumber dari dalam diri peserta didik. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai organisator belajar bagi siswa yang potensial itu sehingga tercapai tujuan pembelajaran secara optimal. Pembentukkan warga negara yang baik adalah warga negara yang dapat bekerja di masyarakat. Sekolah merupakan tempat untuk mencetak calon-calon warga negara yang siap untuk memecahkan masalah-masalah sehari-hari dalam lingkungannya baik di rumah maupun masyarakat. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran terutama di sekolah atau di lembaga pendidikan umumnya membutuhkan inovasi agar dapat berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan.<br \/>\nBerdasarkan latarbelakang di atas, maka pendidikan harus tetap dilaksanakan  seefektif dan efisien mungkin walaupun ditengah Pandemi COVID 19, hal ini dikarenakan pendidikan merupakan komponen penting dalam kehidupan. Pendidikan merupakan penyangga keberlangsungan masa depan bangsa. Para peserta didik yang sekarang Learning From Home adalah generasi muda bangsa, yang nantinya akan memimpin dan membawa bangsa ini, sehingga harus dipersiapkan seoptimal mungkin walaupun ditengah Pandemi COVID 19. Oleh karenanya Tim Pengabdian dari PGSD FKIP UNS hendak berpartisipasi dalam penanganan dan meminimalisir dampak yang di akibatkan oleh COVID 19 khususnya dalam bidang pendidikan melalaui Pelatihan Pembelajaran Daring Inovatif (PPDI).<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Idam Ragil WA, Roy Ardiansyah, Dwi Yuniasih Saputri Di Tengah Pandemi COVID 19 yang terjadi di berbagai belahan Dunia yang berdampak pada setiap komponen penyangga kehidupan termasuk Pendidikan. Dibutuhkan peran dari setiap komponen yang ada di dunia pendidikan sehingga walapun di tengah Pandemi COVID 19 pendidikan tetap tidak kehilangan esesnsinya, salah satu komponen utamanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[],"class_list":["post-1415","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1415"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1887,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1415\/revisions\/1887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}