{"id":1252,"date":"2018-12-05T17:43:10","date_gmt":"2018-12-05T17:43:10","guid":{"rendered":"http:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/?p=1252"},"modified":"2018-12-05T17:43:10","modified_gmt":"2018-12-05T17:43:10","slug":"two-tier-multiple-choice-test-higher-order-thinking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/2018\/12\/05\/1252\/","title":{"rendered":"Two- Tier Multiple-Choice Test &#038; Higher-Order Thinking"},"content":{"rendered":"<p>Oleh Dr. Rukayah,M.Hum dan Dra. Jenny Indrastoerti P M.Pd<\/p>\n<p>Two- Tier Multiple-Choice Test adalah salah satu bentuk tes yang sedang digunakan sebagai solusi dari kelemehan yang dimiliki Tipe soal pilihan ganda dan tentunya untuk mengakselarasi sistem penilaian yang berbasis pada Higher Order Thingking Skills. Higher-order thinking termasuk menunjukkan pemahaman akan informasi dan bernalar bukan sekedar mengingat kembali\/recall informasi. Higher order thinking tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall. Ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, evaluasi dan mengkreasi, setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus) dan soal mengukur kemampuan berpikir kritis.<\/p>\n<p>Higher-Order Thinking Skills<br \/>\nMenganalisis<br \/>\nMenggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu kelompok\/informasi atau menguraikan suatu materi menjadi komponen-komponen yang lebih jelas.<\/p>\n<p>Contoh<br \/>\nKemampuan mengelompokkan benda berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri- cirinya, memberi nama bagi kelompok tersebut, menentukan apakah satu kelompok sejajar\/lebih tinggi\/lebih luas dari yang lain, menentukan mana yang lebih dulu dan mana yang belakangan muncul, menentukan mana yang memberikan pengaruh dan mana yang menerima pengaruh, menemukan keterkaitan antara fakta dengan kesimpulan, menentukan konsistensi antara apa yang dikemukakan di bagian awal dengan bagian berikutnya, menemukan pikiran pokok penulis\/pembicara\/ nara sumber, menemukan kesamaan dalam alur berpikir antara satu karya dengan karya lainnya, dan sebagainya<br \/>\nMengevaluasi<br \/>\nKemampuan menilai suatu benda atau informasi berdasarkan suatu kriteria(menilai suatu ide, kreasi, cara, atau metode).<br \/>\nContoh<br \/>\nKemampuan menilai apakah informasi yang diberikan berguna, apakah suatu informasi\/benda menarik\/ menyenangkan bagi dirinya, adakah penyimpangan dari kriteria suatu pekerjaan\/keputusan\/peraturan, memberikan pertimbangan alternatif mana yang harus dipilih berdasarkan kriteria, menilai benar\/salah\/bagus\/jelek dan sebagainya suatu hasil kerja berdasarkan kriteria.<\/p>\n<p>Mencipta<br \/>\nMembuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk membentuknya<\/p>\n<p>Contoh<br \/>\nKemampuan membuat suatu cerita\/tulisan dari berbagai sumber yang dibacanya, membuat suatu benda dari bahan yang tersedia, mengembangkan fungsi baru dari suatu benda, mengembangkan berbagai bentuk kreativitas lainnya. <\/p>\n<p>Menilai atau mengukur bukan sekadar untuk menghafal sejumlah informasi, namun lebih kepada bagaimana memproses sejumlah informasi untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang diajukkan. Menilai atau  mengukur keterampilan yang lebih kompleks seperti berpikir kritis dan merangsang siswa untuk mengintrepretasikan, menganalisa atau bahkan mampu memanipulasi informasi sebelumnya sehingga tidak monoton. Higher-order thinking  menunjukkan pemahaman terhadap informasi  dan bernalar (reasoning) bukan hanya sekedar mengingat informasi. Kita  tidak menguji ingatan, sehingga kadang-kadang perlu untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan dan siswa menunjukkan  pemahaman terhadap gagasan dan informasi dan\/atau memanipulasi  atau menggunakan informasi tersebut.<br \/>\nTeknik kegiatan-kegiatan lain yang dapat mengembangkan keterampilan berfikir kritis dan kreatif siswa dalam bentuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inovatif:<br \/>\nAdakah Cara lain? (What\u2019s another way?),<br \/>\nBagaimana jika\u2026? (What if \u2026?),<br \/>\nManakah yang salah? (What\u2019s wrong?), dan<br \/>\nApakah yang akan dilakukan? (What would you do?) (Krulik &#038; Rudnick, 1999)<\/p>\n<p>Agar butir soal yang ditulis dapat menuntut berpikir tingkat tinggi, maka setiap butir soal selalu diberikan dasar pertanyaan (stimulus)  berbentuk sumber\/bahan bacaan seperti: teks bacaan, paragrap, teks drama, penggalan novel\/cerita\/dongeng, puisi, kasus, gambar, grafik, foto, rumus, tabel, daftar kata\/symbol, contoh, peta, film, atau suara yang direkam dianalisis, dievaluasi, dan dikreasikan<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Dr. Rukayah,M.Hum dan Dra. Jenny Indrastoerti P M.Pd Two- Tier Multiple-Choice Test adalah salah satu bentuk tes yang sedang digunakan sebagai solusi dari kelemehan yang dimiliki Tipe soal pilihan ganda dan tentunya untuk mengakselarasi sistem penilaian yang berbasis pada Higher Order Thingking Skills. Higher-order thinking termasuk menunjukkan pemahaman akan informasi dan bernalar bukan sekedar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[],"class_list":["post-1252","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kolom-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1252"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1253,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1252\/revisions\/1253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pgsd.fkip.uns.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}