RASIONALISASI DAN URGENSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL TEMATIK DI ERA PANDEMI

Oleh
TIM RG Inovasi Kompetensi Guru Sekolah Dasar

Pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap pelaksanaan pembelajaran di Indonesia. Terhitung kurang lebih sejak Tanggal 16 Bulan Maret 2020 Kota Surakarta mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona di lingkungan pembelajaran. Namun, kurang lebih 8 bulan pelaksanaan pembelajaran daring dilaksanakan, sehingga pembelajaran tidak hanya stagnan atau berjalan ditempat untuk mengentaskan permasalahan ini. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh KPAI peserta didik merasa beban tugas menjadi lebih tinggi, sementara orangtua mengeluhkan akses kuota internet yang mahal selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selain itu Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan bahwa permasalahan kuota Internet menjadi problem tersendiri karena tidak semua orang tua mampu untuk memfasilitasi. Oleh karenanya pelaksanaan pembelajaran daring harus berinovasi sehingga tidak monoton dan membebani peserta didik dan orang tua. Karena latar belakang setiap orang tua berbeda dan guru serta sekolah dapat memfasilitasi semuanya dengan bijaksana dan tepat sasaran sesuai indikator capaian yang diharapkan.
Pembelajaran secara maksimal perlu beradaptasi dengan kondisi saat ini yakni dengan menerapkan model atau pendekatan yang sesuai dengan kondisi dan tentunya ada integrasi teknologi di dalamnya. Salah satunya dengan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan pergerakan zaman dan kondisi saat ini, yaitu STEAM. Pembelajaran menggunakan pendekatan STEAM merupakan salah satu terobosan bagi pendidikan di Indonesia yang berupaya mengembangkan kemampuan untuk menciptakan pendidikan berbasis sains dan teknologi serta sesuai dengan kondisi pandemi saat ini. Melalui STEAM pendidik juga dapat mengajak siswa untuk berpikir secara komprehensif dengan pola pemecahan masalah yang berdasarkan lima aspek dalam STEAM yang bertujuan untuk mengajarkan siswa berpikir kritis dan memiliki teknik atau desain untuk memecahkan masalah.
Bentuk nyata dalam implementasi STEAM yang dapat membantu pelaksanaan pembelajaran teknologi pada saat pandemi saat ini dengan melatih dan mendampingi bapak ibu guru SD membuat dan mengembangkan bahan ajar yang berbasis Teknologi dengan memanfaatkan Flipped Book Digital Tematik. Pengembahan Bahan ajar ini diharapkan akan sangat membantu bapak ibu guru SD untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar dengan menggunakan bahan ajar yang berbasis digital. Selain itu penggunaan bahan ajar yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik akan lebih optimal dan diterima oleh peserta didik. Tentunya hal ini sejalan dengan cakupan kompetensi guru yakni pedagogik dan profesional, yang mana guru harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta didik dalam rangkaian proses pembelajaran

This entry was posted in Kolom Pendidikan. Bookmark the permalink.